Selamat datang di ans-maruf Blog. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman saya pada saat menjalani LKMM-TD tahun 2020 yang diadakan oleh Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam rangkaian acara Bela Negara.
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya, perkenalkan dulu nama saya Ma'ruf Anshari dari program studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, angkatan 2019, Universitas Lambung Mangkurat. Itu saja dulu perkenalannya, langsung saja saya ceritakan pengalaman saya.
Rangkaian Acara Bela Negara ini merupakan suatu rangkaian acara di LKMM-TD 2020 FT ULM di mana para peserta diberikan materi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bela negara. Bela Negara sendiri artinya ialah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Rangkaian acara Bela Negara ini terpaksa harus diadakan secara online melalui aplikasi Google Meet berhubung situasi pandemi COVID-19 yang sedang melanda di Indonesia. Rangkaian acara ini juga sekaligus menjadi penutup keseluruhan rangkaian acara LKMM-TD berhubung rangkaian acara ini merupakan rangkaian acara terakhir yang kami laksanakan.
Pada rangkaian acara ini kami mendapatkan seorang narasumber yakni Bapak Mayor Inf. Sahraji dari Rindam VI/Mulawarman. Beliau menyampaikan materinya dengan tema yakni "Membentuk Mahasiswa Milenial yang berpikir positif dan Bekerja Cerdas dalam Memanajemen diri". Dengan tema yang diusung tersebut diharapkan para peserta dapat menjadi mahasiswa yang terus berpikir positif dan memiliki kemampuan untuk bekerja cerdas dalam memanajemen diri.
Beliau menyampaikan materinya diawali dengan menceritakan tentang sejarah Indonesia secara singkat, mulai dari kerajaan Hindu-Budha, kerajaan Islam, penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, hingga Indonesia merdeka. Kemudian, materi berlanjut ke pengertian dari bela negara, dasar hukumnya, wawasan kebangsaan beserta unsurnya, sikap cinta tanah air, dan seterusnya hingga materi selesai. Pada akhir materi beliau menambahkan sebuah kata-kata bijak yang berbunyi "When wealth is lost, nothing is lost. When health is lost, something is lost. When character is lost, everything is lost." Beliau mengartikannya sebagai berikut "Apabila kita kehilangan harta, sebenarnya tidak ada yang hilang. Apabila kita kehilangan kesehatan, ada sesuatu yang hilang. Apabila kita kehilangan karakter (watak), segalanya akan hilang."
Dari mengikuti kegiatan ini, kami dapat mengambil manfaat bahwa kegiatan ini dapat menyadarkan kami akan pentingnya mengupayakan bela negara dan memberikan kami tambahan wawasan mengenai bela negara seperti dasar hukumnya, bagaimana caranya kita bersikap cinta tanah air, dan lain sebagainya.
Kesan yang saya dapatkan dari acara ini ialah saya merasa bahwa wawasan saya tentang bagaimana cara mengupayakan bela negara dan pentingnya mengupayakan bela negara semakin bertambah. Dari wawasan yang didapatkan ini saya berharap bahwa wawasan tersebut dapat bermanfaat di kemudian hari dan diajarkan kepada orang lain.
Pesan yang ingin saya sampaikan ialah ingat bahwa sikap dan perilaku kita sebagai warga negara Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan negara Indonesia dan juga memiliki sikap serta perilaku yang baik sudah memberikan suatu upaya dalam melakukan bela negara. Pesan yang ingin saya sampaikan kepada panitia ialah semoga ke depannya dapat menyelenggarakan setiap rangkaian acara LKMM-TD dengan lebih menarik lagi walaupun terdapat berbagai tantangan seperti halnya LKMM-TD kali ini yang harus diselenggarakan secara online dan agar tetap semangat dalam melaksanakan setiap pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar